Nama : Janu Busniati
Npm : 1321783
Kelas : 3EA04
BAB IV
4. Karangan Ilmiah (Non Ilmiah dan Tidak Populer)
A. Pengertian Karangan
Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami.
B. Macam, Jenis, dan Bentuk Karangan
1. Narasi
Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur.
2. Deskripsi
Deskripsi adalah satu kaedah upaya pengolahan data menjadi sesuatu yang dapat diutarakan secara jelas dan tepat dengan tujuan agar dimengerti oleh orang yang tidak langsung mengalaminya.
3. Eksposisi
Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagi catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses. Langkah menyusun eksposisi ;
Menentukan topik/tema
Menetapkan tujuan
Mengumpulkan data dari berbagai sumber
Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
4. Argumentasi
Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang ditulis dengan tujuan untuk menyakinkan atau membujuk pembaca. Dalam penulisan argumentasi isi dapat berupa penjelasan. Pembuktian, alasan, maupun ulasan obyektif dimana disertakan contoh analogi dan sebab akibat. Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti.
5. Persuasi
Persuasi adalah suatu bentuk pengaruh sosial. Persuasi adalah proses membimbing diri sendiri atau yang lain terhadap adopsi ide, sikap, atau tindakan dengan cara rasional dan simbolik (meskipun tidak selalu logis).
C. Ciri-ciri Karangan Ilmiah
Karya ilmiah (bahasa inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.
Manfaat penyusunan Karya Ilmiah bagi penulis adalah sebagai berikut :
• Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
• Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
• Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
• Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
• Memperoleh kepuasan intelektual;
• Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
• Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya
Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
• Bagian Pembuka
• Bagian Isi
• Pendahuluan
• Kajian teori atau tinjauan kepustakaan
• Metodelogi Penelitian
• Hasil Penelitian
• Bagian Penunjang
D. Ciri-ciri Karangan Non-Ilmiah
Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).
Ciri-ciri kaya tulis non-ilmiah :
• Ditulis berdasarkan fakta pribadi,
• Fakta yang disimpulkan subyektif,
• Gaya bahasa konotatif dan populer,
• Tidak memuat hipotesis,
• Penyajian dibarengi dengan sejarah,
• Bersifat imajinatif,
• Situasi didramatisir,
• Bersifat persuasif,
• Tanpa dukungan bukti.
Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah adalah dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman.
E. Ciri-ciri Karangan Ilmiah Populer
Karya ilmiah populer merupakan suatu karya yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang populer sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk dibaca.
Ciri-ciri karya tulis ilmiah populer ;
Karya ilmiah (Dalman, 2012:113-114) memiliki ciri-ciri yang dapat dikaji minimal dari empat aspek, yaitu:
• Struktur
• Komponen dan substansi
• Sikap penulis
• Penggunaan bahasa
Menurut (Wardani, 2006:1.6) ciri-ciri karya ilmiah, yaitu :
• Dari segi isi, karya ilmiah menyajikan pengetahuan yang dapat berupa gagasan, deskripsi tentang sesuatu atau pemecahan suatu masalah.
• Pengetahuan yang disajikan tersebut didasarkan pada fakta atau data (kajian empirik) atau pada teori-teori yang telah diketahui kebenarannya.
• Sebuah karya ilmiah mengandung kebenaran yang objektif serta kejujuran dalam penulisan.
• Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku dan banyak menggunakan istilah teknis, disamping istilah yang bersifat denotatif.
• Sistematika penulisan mengikuti cara tertentu.
Sedangkan ciri-ciri karya ilmiah popular menurut (Hakim, 2004:57) diurutkan sebagai berikut :
• Bahan berupa fakta yang objektif.
• Penyajian menggunakan bahasa yang cermat, tidak terlalu formal tapi tetap taat asas, disusun secara sistematis; tidak memuat hipotesis.
• Sikap penulis tidak memancing pertanyaan-pertanyaan yang meragukan.
• Penyimpulan dilakukan dengan memberikan fakta.
PERTANYAAN
1. Karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Pengertian dari …
a. Karangan* c. Kaya Tulis
b. Karya Ilmiah d. Karya non-ilmiah
2. Dongeng, carpen, novel, drama, dan roman adalah jenis-jenis dari karya…
a. Ilmiah c. Tulis
b. Non-ilmiah* d. Abstrak
3. Apa saja jenis-jenis karangan ?
a. Deskripsi c. Argumentasi
b. Eksposisi d. Semua jawaban benar*
4. Satu kaedah upaya pengolahan data menjadi sesuatu yang dapat diutarakan secara jelas dan tepat dengan tujuan agar dimengerti oleh orang yang tidak langsung mengalaminya. Pengertian dari…
a. Eksposisi c. Argumentasi
b. Deskripsi* d. Persuasi
5. Salah satu jenis karya ilmiah, antara lain …
a. laporan penelitian*
b. Menentukan topik/tema
c. Menetapkan tujuan
d. Mengumpulkan data dari berbagai sumber
Senin, 24 Maret 2014
Minggu, 23 Maret 2014
BAB III BERPIKIR INDUKTIF
Nama : Janu Busniati
Kelas : 3EA04
Npm : 13211783
BAB III
3. Berpikir Induktif
A. Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Macam-macam generalisasi :
Generalisasi Sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Generalisasi Tidak Sempurna
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
a. Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna ;
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenarannya apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
b. Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah :
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3. Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/tidak umum.
B. Hipotesis dan Teori
a) HIPOTESIS
Hipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya. Hipotesis merupakan elemen penting dalam penelitian ilmiah, khususnya penelitian kuantitatif. Terdapat tiga alasan utama yang mendukung pandangan ini, diantaranya :
1. Hipotesis dapat dikatakan sebagai piranti kerja teori.
2. Hipotesis dapat diuji dan ditunjukan kemungkinan benar atau tidak benar atau di falsifikasi.
3. Hipotesis adalah alat yang besar dayanya untuk memajukan pengetahuan karena membuat ilmuan dapat keluar dari dirinya sendiri.
Hipotesis dalam penelitian, yaitu :
Untuk menguji teori,
Mendorong munculnya teori,
Menerangkan fenomena sosial,
Sebagai pedoman untuk mengarahkan penelitian,
Memberikan kerangka untuk menyusun kesimpulan yang akan dihasilkan.
Ciri-ciri karakteristik hipotesis yang baik dan benar :
1. Hipotesis diturunkan dari suatu teori yang disusun untuk menjelaskan masalah dan dinyatakan dalam proposisi-proposisi.
2. Hipotesis harus dinyatakan secara jelas, dalam istilah yang benar dan secara operasional.
3. Hipotesis menyatakan variasi nilai sehingga dapat diukur secara empiris dan memberikan gambaran mengenai fenomena yang diteliti.
4. Hipotesis harus bebas nilai.
5. Hipotesis harus dapat diuji.
6. Hipotesis harus spesifik.
7. Hipotesis harus menyatakan perbedaan atau hubungan antar-variabel.
Tahap-tahap pembentukan hipotesis secara umum ;
• Penentuan masalah.
• Hipotesis pendahuluan atau hipotesis preliminer (preliminary hypothesis).
• Pengumpulan fakta.
• Formulasi hipotesa.
• Pengujian hipotesa.
• Aplikasi/penerapan.
b) TEORI
Teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan mengendalikan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah.
Ada beberapa elemen teori, yaitu ;
1) Elemen yang pertama yaitu Konsep. Konsep adalah sebuah ide yang diekspresikan dengan simbol atau kata. Konsep dibagi dua yaitu simbol dan definisi.
2) Elemen yang kedua yaitu Scope. Dalam teori ini seperti yang dijelaskan diatas memiliki konsep yang bersifat abstrak dan kongkret.
3) Elemen yang ketiga yaitu Relationship. Teori ini merupakan sebuah relasi dari konsep-konsep secara lebih jelasnya teori merupakan bagaimana konsep-konsep berhubungan.
c. Analogi
Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada.
d. Hubungan Klausa
Sebuah kalimat paling sederhana yang terdiri dari satu klausa sedangkan kalimat yang lebih rumit dapat terdiri dari beberapa klausa dan satu klausa dapat juga terdiri dari beberapa klausa.
Klausa pada umumnya dibagi menjadi klausa dependen dan klausa independen. Sebuah klausa independen dapat berdiri sendiri sebagai sebuah kalimat sedangkan klausa dependen harus terhubung dengan klausa lainnya. Klausa independen dapat berupa anak kalimat atau kalimat yang setara dengan klausa yang lainnya.
e. Induksi dalam Metode Eksposisi
Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.
PERTANYAAN
1. Apa yang dimaksud dengan analogi ?
a. Salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada*
b. Salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat
c. Jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya
d. Proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum
2. Terdiri dari apa saja elemen teori ?
a.Elemen Konsep c. Elemen Scope
b. Semua jawaban benar* d. Semua jawaban salah
3.Pada umumnya klausa dibagi menjadi…
a. Diferensial dan Dependen c. Independen dan Inferensial
b. Dependen dan Independen* d. Inferensial dan Diferensial
4. Bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan. Pengertian dari…
a. Eksposisi c. Teori*
b. Analogi d. Hipotesis
5. Hipotesis dalam penelitian, yaitu …
a. Untuk menguji teori c. Menerangkan fenomena sosial
b. Mendorong munculnya teori d. Semua jawaban benar*
Kelas : 3EA04
Npm : 13211783
BAB III
3. Berpikir Induktif
A. Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Macam-macam generalisasi :
Generalisasi Sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Generalisasi Tidak Sempurna
Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
a. Prosedur pengujian generalisasi tidak sempurna ;
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenarannya apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
b. Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah :
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3. Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/tidak umum.
B. Hipotesis dan Teori
a) HIPOTESIS
Hipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya. Hipotesis merupakan elemen penting dalam penelitian ilmiah, khususnya penelitian kuantitatif. Terdapat tiga alasan utama yang mendukung pandangan ini, diantaranya :
1. Hipotesis dapat dikatakan sebagai piranti kerja teori.
2. Hipotesis dapat diuji dan ditunjukan kemungkinan benar atau tidak benar atau di falsifikasi.
3. Hipotesis adalah alat yang besar dayanya untuk memajukan pengetahuan karena membuat ilmuan dapat keluar dari dirinya sendiri.
Hipotesis dalam penelitian, yaitu :
Untuk menguji teori,
Mendorong munculnya teori,
Menerangkan fenomena sosial,
Sebagai pedoman untuk mengarahkan penelitian,
Memberikan kerangka untuk menyusun kesimpulan yang akan dihasilkan.
Ciri-ciri karakteristik hipotesis yang baik dan benar :
1. Hipotesis diturunkan dari suatu teori yang disusun untuk menjelaskan masalah dan dinyatakan dalam proposisi-proposisi.
2. Hipotesis harus dinyatakan secara jelas, dalam istilah yang benar dan secara operasional.
3. Hipotesis menyatakan variasi nilai sehingga dapat diukur secara empiris dan memberikan gambaran mengenai fenomena yang diteliti.
4. Hipotesis harus bebas nilai.
5. Hipotesis harus dapat diuji.
6. Hipotesis harus spesifik.
7. Hipotesis harus menyatakan perbedaan atau hubungan antar-variabel.
Tahap-tahap pembentukan hipotesis secara umum ;
• Penentuan masalah.
• Hipotesis pendahuluan atau hipotesis preliminer (preliminary hypothesis).
• Pengumpulan fakta.
• Formulasi hipotesa.
• Pengujian hipotesa.
• Aplikasi/penerapan.
b) TEORI
Teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan mengendalikan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah.
Ada beberapa elemen teori, yaitu ;
1) Elemen yang pertama yaitu Konsep. Konsep adalah sebuah ide yang diekspresikan dengan simbol atau kata. Konsep dibagi dua yaitu simbol dan definisi.
2) Elemen yang kedua yaitu Scope. Dalam teori ini seperti yang dijelaskan diatas memiliki konsep yang bersifat abstrak dan kongkret.
3) Elemen yang ketiga yaitu Relationship. Teori ini merupakan sebuah relasi dari konsep-konsep secara lebih jelasnya teori merupakan bagaimana konsep-konsep berhubungan.
c. Analogi
Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada.
d. Hubungan Klausa
Sebuah kalimat paling sederhana yang terdiri dari satu klausa sedangkan kalimat yang lebih rumit dapat terdiri dari beberapa klausa dan satu klausa dapat juga terdiri dari beberapa klausa.
Klausa pada umumnya dibagi menjadi klausa dependen dan klausa independen. Sebuah klausa independen dapat berdiri sendiri sebagai sebuah kalimat sedangkan klausa dependen harus terhubung dengan klausa lainnya. Klausa independen dapat berupa anak kalimat atau kalimat yang setara dengan klausa yang lainnya.
e. Induksi dalam Metode Eksposisi
Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.
PERTANYAAN
1. Apa yang dimaksud dengan analogi ?
a. Salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada*
b. Salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat
c. Jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya
d. Proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum
2. Terdiri dari apa saja elemen teori ?
a.Elemen Konsep c. Elemen Scope
b. Semua jawaban benar* d. Semua jawaban salah
3.Pada umumnya klausa dibagi menjadi…
a. Diferensial dan Dependen c. Independen dan Inferensial
b. Dependen dan Independen* d. Inferensial dan Diferensial
4. Bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan. Pengertian dari…
a. Eksposisi c. Teori*
b. Analogi d. Hipotesis
5. Hipotesis dalam penelitian, yaitu …
a. Untuk menguji teori c. Menerangkan fenomena sosial
b. Mendorong munculnya teori d. Semua jawaban benar*
BAB II BERPIKIR DEDUKTIF
Nama : Janu Busniati
Npm : 13211783
Kelas : 3EA04
BAB II
2. Berpikir Deduktif
A. Silogisme Kategorial
Silogisme kategor ial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor (premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).
Hukum-hukum Silogisme Katagorik:
Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga.
Apabila salah satu premis bersifat negatif, maka kesimpulannya harus negatif juga.
Apabila kedua premis bersifat partikular, maka tidak sah diambil kesimpulan.
Apabila kedua premis bersifat negatif, maka tidak akan sah diambil kesimpulan.
Apabila term penengah dari suatu premis tidak tentu, maka tidak akan sah diambil kesimpulan.
Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya.
Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor.
Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, predikat, dan term, tidak bisa diturunkan konklsinya.
B. Silogisme Hipotesis
Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.
Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik :
o Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
o Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya.
o Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent.
o Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya.
Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen dengan B, maka hukum silogisme hipotetik adalah :
Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah - salah)
Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah - salah)
Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.
C. Silogisme Alternatif
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.
D. Silogisme Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan.
PERTANYAAN
1. Kalimat yang tepat untuk premis minor yang mengakui salah satu alternatif konklusi sah yaitu…
a. Budi menjadi guru atau pelaut*
b. Penjahat itu lari ke Solo atau ke Yogyakarta
c. Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak pengusaha akan gelisah
d. Jika politik pemerintah dilaksankan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul
2. Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga. Merupakan hukum dari silogisme…
a. Alternatif c. Entimen
b. Kategorial* d. Hipotesis
3. Premis minor yang mengakui bagian antecedent. Pengertian dari…
a. Silogisme Alternatif c. Silogisme Entimen
b. Silogisme Hipotesis* d. Silogisme Kategorial
4. Silogisme yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah…
a. Silogisme Alternatif c. Silogisme Entimen*
b. Silogisme Hipotesis d. Silogisme Kategorial
5. Contoh dari kalimat entimen adalah…
a. Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu*
b. Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul
c. Politik pemerintahan tidak dilaksanakan paksa
d. Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah
Npm : 13211783
Kelas : 3EA04
BAB II
2. Berpikir Deduktif
A. Silogisme Kategorial
Silogisme kategor ial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor (premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).
Hukum-hukum Silogisme Katagorik:
Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga.
Apabila salah satu premis bersifat negatif, maka kesimpulannya harus negatif juga.
Apabila kedua premis bersifat partikular, maka tidak sah diambil kesimpulan.
Apabila kedua premis bersifat negatif, maka tidak akan sah diambil kesimpulan.
Apabila term penengah dari suatu premis tidak tentu, maka tidak akan sah diambil kesimpulan.
Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya.
Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor.
Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, predikat, dan term, tidak bisa diturunkan konklsinya.
B. Silogisme Hipotesis
Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.
Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik :
o Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
o Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya.
o Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent.
o Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya.
Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen dengan B, maka hukum silogisme hipotetik adalah :
Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah - salah)
Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah - salah)
Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.
C. Silogisme Alternatif
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.
D. Silogisme Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan.
PERTANYAAN
1. Kalimat yang tepat untuk premis minor yang mengakui salah satu alternatif konklusi sah yaitu…
a. Budi menjadi guru atau pelaut*
b. Penjahat itu lari ke Solo atau ke Yogyakarta
c. Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak pengusaha akan gelisah
d. Jika politik pemerintah dilaksankan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul
2. Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga. Merupakan hukum dari silogisme…
a. Alternatif c. Entimen
b. Kategorial* d. Hipotesis
3. Premis minor yang mengakui bagian antecedent. Pengertian dari…
a. Silogisme Alternatif c. Silogisme Entimen
b. Silogisme Hipotesis* d. Silogisme Kategorial
4. Silogisme yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah…
a. Silogisme Alternatif c. Silogisme Entimen*
b. Silogisme Hipotesis d. Silogisme Kategorial
5. Contoh dari kalimat entimen adalah…
a. Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu*
b. Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul
c. Politik pemerintahan tidak dilaksanakan paksa
d. Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah
BAB I PENALARAN
Nama : Janu Busniati
Npm : 13211783
Kelas : 3EA04
BAB I
1. Penalaran
A. Pengertian Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan emperik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif :
1. Metode Induktif
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum.
2. Metode Deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
B. Inferensi dan Implikasi
a) Inferensi
• Sebuah pekerjaan bagai pendengar (pembaca) yang selalu terlibat dalam tindak tutur selalu siap dilaksanakan ialah inferensi.
• Inferensi atau kesimpulan sering harus dibuat sendiri oleh pendengar atau pembicara karena dia tidak mengetahui apa makna yang sebenarnya yang dimaksudkan oleh pembicara/penulis.
• Inferensi adalah membuat simpulan berdasarkan ungkapan dan konteks penggunaanya.
Jenis-jenis Inferensi antara lain ;
o Inferensi Langsung
o Inferensi Tak Langsung
Dalam Inferensi terdapat Statistika Inferensia yang mencakup semua metode yang berhubungan dengan analisis sebagian data (contoh) atau juga sering disebut dengan sample untuk kemudian sampai pada peramalaan atau penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan data induknya (populasi).
Sebaran Normal yang sering dipakai dalam uji hipotesis di statistika inferensia.
b) Implikasi
Imlikasi dapat merujuk kepada :
• Dalam manajemen :
a. Implikasi prosedural meliputi tata cara analisi, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
b. Implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan
• Dalam Logika :
a. Implikasi logis dalam logika matematika
b. Kondisional material dalam falsafah logika
• Dalam Linguistik :
a. Impliasi (Pragmatis)
b. Entaimen (Pragmatics)
Kegunaan lain :
• Dalam matematika, fungsi dapat merupakan implisit.
Diagnosa medis (penyelidikan ilmiah), dalam ilmu kedokteran forensik, hipotesis penyebab adalah implikasi atau indikasi alasan pada kondisi yang dapat ditemukan yang dapat memberikan penyebab.
C. Wujud Evidensi
Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengakuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami sesuatu fenomena. Evidensi sering juga disebut bukti empiris.
D. Cara Menguji Data
Data adalah catatan atas kumpulan fakta.
Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya.
Bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
Data diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi.
Intinya data itu adalah suatu fakta-fakta tertentu sehingga menghasilkan suatu kesimpulan dalam menarik suatu keputusan.
E. Cara Menguji Fakta
Dalam keilmuan fakta
Suatu hasil pengamatan yang objektif dan dapat dilakukan verifikasi oleh siapapun.
Di luar keilmuan fakta
i. Suatu hasil pengamatan jujur yang diakui oleh pengamat yang diakui secara luas
ii. Suatu kebiasaan yang diamati secara berulang; satu pengamatan terhadap fenomena apapun tidak menjadikan itu sebagai suatu fakta.
iii. Sesuatu yang dianggap aktual sebagai lawan dari dibuat
iv. Sesuatu yang nyata, yang digunakan sebagai bahan interpretasi lanjutan
v. Informasi mengenai subjek tertentu
vi. Sesuatu yang dipercaya sebagai penyebab atau makna
F. Cara Menilai Otoritas
1) Kekuasaan yang sah yang diberikan kepada lembaga di masyarakat yang memungkinkan para pejabatnya menjalankan fungsinya
2) Hak untuk bertindak
3) Kekuasaan ; wewenang
4) Hak melakukan tindakan atau hak membuat peraturan untuk memerintah orang lain
PERTANYAAN
1. Prose berpikir yang bertolak dari pengamatan indera yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian disebut …
a. Proposisi c. Fakta
b. Penalaran* d. Deduktif
2. Tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan merupakan pengertian dari ..
a. Implikasi kebijakan c. Implikasi prosedural*
b. Implikasi logis d. Implikasi pragmatis
3. Apa yang dimaksud dengan Inferensi Langsung ?
a. Inferensi yang berdasarkan ungkapan dan konteks penggunaanya
b. Inferensi yang kesimpulannya ditarik hanya satu premis*
c. Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari dua / lebih premis
d. Tidak ada jawaban yang benar
4. Segala sesuatu yang terungkap oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang terbukti dan telah menjadi suatu kenyataan disebut dengan …
a. Fakta* c. Proposisi
b. Data d. Otoritas
5. Apa itu yang dimaksud dengan data ?
a. Sesuatu yang terungkap oleh indra manusia
b. Data nyata yang terbukti
c. Suatu pengamatan yang objektif
d. Catatan atas kumpulan fakta*
Npm : 13211783
Kelas : 3EA04
BAB I
1. Penalaran
A. Pengertian Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan emperik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif :
1. Metode Induktif
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum.
2. Metode Deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
B. Inferensi dan Implikasi
a) Inferensi
• Sebuah pekerjaan bagai pendengar (pembaca) yang selalu terlibat dalam tindak tutur selalu siap dilaksanakan ialah inferensi.
• Inferensi atau kesimpulan sering harus dibuat sendiri oleh pendengar atau pembicara karena dia tidak mengetahui apa makna yang sebenarnya yang dimaksudkan oleh pembicara/penulis.
• Inferensi adalah membuat simpulan berdasarkan ungkapan dan konteks penggunaanya.
Jenis-jenis Inferensi antara lain ;
o Inferensi Langsung
o Inferensi Tak Langsung
Dalam Inferensi terdapat Statistika Inferensia yang mencakup semua metode yang berhubungan dengan analisis sebagian data (contoh) atau juga sering disebut dengan sample untuk kemudian sampai pada peramalaan atau penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan data induknya (populasi).
Sebaran Normal yang sering dipakai dalam uji hipotesis di statistika inferensia.
b) Implikasi
Imlikasi dapat merujuk kepada :
• Dalam manajemen :
a. Implikasi prosedural meliputi tata cara analisi, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
b. Implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan
• Dalam Logika :
a. Implikasi logis dalam logika matematika
b. Kondisional material dalam falsafah logika
• Dalam Linguistik :
a. Impliasi (Pragmatis)
b. Entaimen (Pragmatics)
Kegunaan lain :
• Dalam matematika, fungsi dapat merupakan implisit.
Diagnosa medis (penyelidikan ilmiah), dalam ilmu kedokteran forensik, hipotesis penyebab adalah implikasi atau indikasi alasan pada kondisi yang dapat ditemukan yang dapat memberikan penyebab.
C. Wujud Evidensi
Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengakuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami sesuatu fenomena. Evidensi sering juga disebut bukti empiris.
D. Cara Menguji Data
Data adalah catatan atas kumpulan fakta.
Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya.
Bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
Data diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi.
Intinya data itu adalah suatu fakta-fakta tertentu sehingga menghasilkan suatu kesimpulan dalam menarik suatu keputusan.
E. Cara Menguji Fakta
Dalam keilmuan fakta
Suatu hasil pengamatan yang objektif dan dapat dilakukan verifikasi oleh siapapun.
Di luar keilmuan fakta
i. Suatu hasil pengamatan jujur yang diakui oleh pengamat yang diakui secara luas
ii. Suatu kebiasaan yang diamati secara berulang; satu pengamatan terhadap fenomena apapun tidak menjadikan itu sebagai suatu fakta.
iii. Sesuatu yang dianggap aktual sebagai lawan dari dibuat
iv. Sesuatu yang nyata, yang digunakan sebagai bahan interpretasi lanjutan
v. Informasi mengenai subjek tertentu
vi. Sesuatu yang dipercaya sebagai penyebab atau makna
F. Cara Menilai Otoritas
1) Kekuasaan yang sah yang diberikan kepada lembaga di masyarakat yang memungkinkan para pejabatnya menjalankan fungsinya
2) Hak untuk bertindak
3) Kekuasaan ; wewenang
4) Hak melakukan tindakan atau hak membuat peraturan untuk memerintah orang lain
PERTANYAAN
1. Prose berpikir yang bertolak dari pengamatan indera yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian disebut …
a. Proposisi c. Fakta
b. Penalaran* d. Deduktif
2. Tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan merupakan pengertian dari ..
a. Implikasi kebijakan c. Implikasi prosedural*
b. Implikasi logis d. Implikasi pragmatis
3. Apa yang dimaksud dengan Inferensi Langsung ?
a. Inferensi yang berdasarkan ungkapan dan konteks penggunaanya
b. Inferensi yang kesimpulannya ditarik hanya satu premis*
c. Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari dua / lebih premis
d. Tidak ada jawaban yang benar
4. Segala sesuatu yang terungkap oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang terbukti dan telah menjadi suatu kenyataan disebut dengan …
a. Fakta* c. Proposisi
b. Data d. Otoritas
5. Apa itu yang dimaksud dengan data ?
a. Sesuatu yang terungkap oleh indra manusia
b. Data nyata yang terbukti
c. Suatu pengamatan yang objektif
d. Catatan atas kumpulan fakta*
Rabu, 27 November 2013
“ MAKALAH SIKAP DAN PERSEPSI MAKANAN SIAP SAJI TENTANG KFC “
DISUSUN OLEH:
1.
HERLINA
OCTAVIANA (13211346)
2.
JANU
BUSNIATI (13211783)
3.
MULKI ARNIS (18211560)
4.
NURUL
KHOMARIAH (18211719)
5.
RAMBU KUDU (18211727)
3EA04
JURUSAN
MANAJEMEN S1
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Keberhasilan suatu negara dalam menjalankan roda
pemerintahan akan membawa masyarakat ke pintu kejayaan dan kemakmuran.
Pemerintah berusaha keras untuk menjaga kestabilan perekonomian negara melalui
kebijakan yang bersifat cepat dan efektif dengan mengurangi pengeluaran negara.
Tapi, perekonomian Indonesia mengalami kemajuan dan berada pada kondisi stabil.
Semakin berkembangnya jumlah industri pada saat sekarang ini, persaingan
industri juga semakin tajam. Maka setiap perusahan harus selalu berusaha
meningkatkan efisiensinya. Semakin tinggi efisiensinya akan dapat memperbesar
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan operasi perusahaan, baik itu
dikaitkan dengan modal yang dikeluarkan dan keuntungan perusahaan itu sendiri.
Indonesia merupakan salah satu dari sekian banyak negara yang sedang
berkembang. Layaknya sebuah negara yang sedang berkembang, tidak sedikit
industri-industri yang berdiri di Indonesia, baik industri manufaktur maupun
industri kuliner dalam hal ini industri restoran cepat saji.
Banyaknya restoran cepat saji yang berada di Indonesia
menimbulkan persaingan ketat dalam kompetisi mutu serta kualitas dari produk
yang dihasilkan. Fast food atau restoran cepat saji, mulai populer di Indonesia
pada awal 1980. Sebagian besar fast food yang merambah pasar Indonesia berasal
dari Amerika. Saat ini tercatat ada beberapa nama besar di dunia "Junk
Food" Amerika, yang membuka gerai-gerai di Indonesia. Sebagai pioneer di
Indonesia, adalah Kentucky Fried Chicken. Animo masyarakat cukup besar terhadap
gerai ayam cepat saji ini, terlihat dengan munculnya gerai-gerai serupa yang
berusaha meniru Kentucky Fried Chicken. Ada gerai yang memang berasal dari
luar, dan ada pula gerai lokal, yang mengimitasi dengan memakai nama-nama kota
di Amerika, seperti California, Texas, Washington, Oklahoma, dan Vegas. Seiring
berjalannya waktu, beberapa bertahan, dan adapula yang tidak dapat bertahan.
Masuknya beberapa nama Internasional ke dalam kancah franchise restoran cepat
saji di Indonesia seperti Kentucky Fried Chicken, Mc Donald, Texas Fried
Chicken semakin meramaikan kancah restoran cepat saji di Indonesia. Beberapa
diantara mereka, menggunakan ide untuk menambah Menu Fried Chicken sebagai side
menu, sebagai alternatif menu utama mereka.
Berbagai macam produk makanan
Amerika memang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia karena menyajikan
makanan yang cepat saji tanpa harus menunggu lama. Dari berbagai banyak
produk makanan cepat saji salah satu diantaranya adalah Kentucky Fried Chicken
atau yang sering kita sebut KFC adalah makan cepat saji dengan menu utama ayam.
Cabang-cabangnya sudah menempati seluruh wilayah Indonesia bahkan seluruh
dunia. Biasanya KFC berada disebuah pusat perbelanjaan agar bertujuan orang
sehabis berbelanja bisa datang untuk makan ke KFC.Menu utama yang ditawarkan
oleh KFC adalah ayam yang dibumbui tepung dengan pilihan rasa Original dan
Crispy, ditambah menu pendukung seperti nasi, soft drink dan disertai disert
lainya dengan harga yang dapat dijangkau semua orang. Harga yang satu buah
potong ayam yaitu berkisar sepuluh ribu-, bila membelinya.
Agar produk KFC dapat terjual dengan baik, KFC
menawarkan banyak berbagai macam menu hemat atau paket hemat seperti paket
Attack yang dibuka setiap hari senin sampai jum’at mulai pukul 15.00 sampai
pukul 17.00 dengan menu yang disajikan nasi, satu potong sayap dan soft drink
ukuran kecil. Ddengan kisaran harga dibawah sepuluh ribu, yakni waktu dulu
sekitar tujuh ribu-, tapi beriring waktu menjadi naik menjadi
Sembilan ribu-, termasuk suddah PPH juga.
Walaupun paket ini sedikit menaikan harga oleh
management KFC tetapi banyak diburu ketika sudah memasuki pukul 15.00. Biasanya
para anak-anak remaja SMA dan kalangan masyarakat lainya. Dengan uang sepuluh
ribu-, kita bisa mendapatkan menu tiga varian. Dan banyak lagi
paket-paket yang ditawarkan KFC dengan harga yang sangat murah yang diberikan
kepada pengunjung setia KFC dengan batas tertentu agar bisa memberikan pelayanan
terbaik bagi pengunjung.
Banyak alas an orang memilih makanan cepqt saji
yang dimiliki oleh perusahaan amerika dan salah satunya adalah KFC yaitu dengan
beralasan ketika llapar dan memesan tidak perlu menunggu terlalu lama. Padahal
menurut yang kita tahu produk makanan cepat saji kurang begitu sehat bagi tubuh
kita karena sudah tercampur bahan kimia. Justru makanan yang kita kita buat
sendiri tidak terlalu disukai, mereka beranggapan makanan cepat Sji lebih
praktis walaupun sudh tau resiko atau anggapan lainya.
Saat ini produk makanan KFC sampai sekarang
masih sangat diminati oleh kalangan masyarakat Indonesia walaupun masih
ada produk makan Amerika lainya yang ada disini, karena KFC
menawarkan berbagai banyak paket-paket terbaru dan harga termurah dan terjangkau
dibandingankan produk makanan amerika lainya.
B. Tujuan
penulisan :
1. Mengetahui
alasan mengapa masyarakat lebih memilih makan siap saji dibadingkan memasak
sendiri.
2. Mengetahui
hubungan pengaruh lingkungan terhadap keputusan konsumen dalam memilih makanan
siap saji.
3. Mengetahui
target pasar dari makanan siap saji serta usaha perusahaan siap saji dalam
mengeruk keuntungan dari konsumen.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
Makanan yang siap saji merupakan makanan yang disajikan dengan cepat biasa
disebut “Fast Food”. Jenis makanan ini merupakan gaya hidup dalam kehidupan
masyarakat dengan cara yang serba cepat dan mempermudah individu untuk
mengkonsumsi makanan siap saji. Keuntungan yang diperoleh dari fast food adalah
menghemat waktu, dengan mengikuti kehidupan sekarang yang serba cepat ini,
tidak ada pilihan lebih baik daripada mendapatkan makanan siap saji. Tidak
peduli berapa banyak koki memuji manfaat makanan segar, ketika jam pulang
kantor, ketika seorang pulang ke rumah dengan keadaan lelah dan lapar, makanan
siap saji merupakan makanan yang paling mudah di peroleh tanpa harus
menghabiskan waktu di dapur, memasak makanan yang mengharuskan seseorang untuk
melakukan perjalanan ke supermarket untuk membeli bahan-bahan untuk hidangan
yang sebelum dikonsumsi, semua bahan masakan membutuhkan proses mencuci,
mengupas, memasak, dan seterusnya hingga proses penyajian. Maka itu makanan
fast food lebih disukai daripada masakan makanan sendiri bagi orang-orang yang
sibuk. Selain waktu, dapat menghemat biaya sehingga memberikan fast food
keunggulan atas makanan yang disiapkan di dapur.
Dalam bahasan kali ini, kami akan membahas gerai siap
saji KFC. Kentucky Fried Chiken (KFC) salah satu restoran cepat saji yang hak eksklusif
waralabanya dipegang oleh PT.Fast Food Indonesia. KFC merupakan pemimpin global
dalam bisnis kategori fast food dengan menggunakan menu andalan daging ayam
goreng. Selain menawarkan produk ayam goreng, KFC juga memenuhi selera konsumen
dengan menu pilihan lain seperti nasi, perkedel, kentang goreng, spaghetti,
cream soup, twister, dan burger serta menawarkan produk-produk baru seperti
combo double, colonel yakiniku dan yang lainnya juga. KFC menspesialisasikan
perusahaannya pada menu ayam goreng dan memposisikan dirinya sebagai “jagonya
ayam” dengan target pasar keluarga segala usia dan segmentasi pasar yang
dibidik adalah anak-anak usia 6-15 tahun, dan remaja 16-25 tahun. Berikut
beberapa hal yang menjadi kelebihan KFC sebagai perushaan makanan siap saji
dalam menjaring konsumennya dari berbagai kalangan :
1. Harga Produk KFC
:
Harga yang cukup terjangkau,
Produk yang memiliki keunggulan dengan
rasa jago nya ayam,
Jumlah porsi dan banyaknya makanan dan
minuman dalam satu porsi,
Variasi dan banyak nya menu yang
ditawarkan oleh KFC kepada konsumen,
Daftar menu adalah nam jenis-jenis produk
yang disediakan berdasarkan harga nya.
Promosi dirancang untuk mendorong
pembelian suatu produk yang ditawarkan kepada konsumen.
Diskon merupakan potongan harga yang
diberikan oleh pihak KFC kepada konsumen
Aroma diartikan sebagai tanggapan indera
terhadap rangsangan indera pencium pada ayam goreng KFC
Rasa diartikan sebagai tanggapan indera
terhadap rangsangan indera pengecap pada ayam goreng KFC
2. Pendapatan :
Pendapatan merupakan faktor bagi
masyarakat karena pendapatan juga yang menjadi pilihan bagi konsumen untuk
membeli atau tidak, dengan harga yang bervariasi dan terjangkau memungkinkan
konsumen untuk membeli dengan harga yang sesuai pendapatan tiap individu.
3. Pelayanan dan
Fasilitas yang diberikan KFC:
Adanya koneksi WIFI
Ruangan khusus para perokok
Tempat parkir untuk menyimpan kendaraan
para pengunjung KFC
Keramahaan pelayan merupakan sikap yang
ditampilkan oelh pelayan kepada konsumen selama proses pembelian
Penampilan pelayanan adalah pakaian yang
dikenakan karyawan berupa seragam yang bersih dan sopan
Kecepatan penyajian adalah waktu yang
diperlukan untuk menyajikan makanan dan minuman sampai ke tangan konsumen
Kecepatan transaksi adalah kecepatan
kasir dalam melayani pembayaran konsumen
kebersihan restoran meliputi kebersihan
ruangan tempat makan, toilet dan wastafel.
dekorasi ruangan adalah hiasan dinding
atau hiasan gantung yang berada di ruangan tempat makan.
temperatur ruangan diartikan sebagai suhu
ruangan yang memberikan kenyamanan bagi konsumen.
keharuman ruangan adalah keharuman yang
tercium di sekitar ruangan makan.
musik adalah alunan musik yang dapat
didengar oleh konsumen pada saat berada di KFC
kemasan bawa pulang adalah bungkus yang
digunakan apabila konsumen membeli produk di KFC untuk dibawa pulang.
Ø Pengaruh
Lingkungan
Pengaruh lingkungan memiliki peranan yang cukup besar terhadap perilaku
konsumen. Informasi yang lengkap mengenai faktor-faktor lingkunganyang
mempengaruhi perilaku konsumen memberikan masukan yang sangat berarti terhadap
strategi pemasaran sebuah perusahaan. Faktor lingkungan ini terdiri dari
budaya, kelas sosial, pengaruh pribadi, keluarga dan situasi.
Budaya
Dalam studi perilaku konsumen, budaya mengacu pada nilai, gagasan, artefak
dan simbol-simbol lain yang bermakna membantu individu untuk berkomunikasi,
melakukan penafsiran dan evaluasi sebagai anggota masyarakat (Engel, Blackwell
dan Miniard, 1994). Budaya mempengaruhi perilaku konsumen dalam tiga faktor
yaitu
(a) budaya mempengaruhi struktur konsumsi,
(b) budaya mempengaruhi bagaimana individu mengambil keputusan
(c) budaya adalahvariabel utama dalam penciptaan dan komunikasi makna dari
sebuah produk.
Kelas Sosial
Kelas sosial adalah pembagian di dalam masyarakat yang terdiri dari
individu-individu yang berbagi nilai, minat dan perilaku yang sama. Kelas
sosial tidak ditentukan oleh faktor tunggal seperti pendapatan tetapi merupakan
kombinasi dari pekerjaan, pendapatan, pendidikan, kekayaan dan variabel
lainnya. Kelas sosial memperlihatkan preferensi dan pemilihan merek yang
berbeda-beda dalam berbagai kategori produk tertentu, seperti pakaian,
perabotan rumah, kegiatan waktu luang dan kendaraan.
Pengaruh Pribadi
Pengaruh pribadi kerap memainkan peranan penting dalam pengambilan
keputusan konsumen, khususnya bila ada tingkat keterlibatan yang tinggi dan
resiko yang dirasakan dari produk atau jasa memiliki visibilitas publik. Hal
ini diekspresikan baik melalui kelompok acuan maupun melalui komunikasi lisan.
Pemasar dapat memanfaatkan pengaruh pribadi dengan memonitor komunikasi lisan
dan berusaha mengendalikannya bila komunikasi itu bersifat negatif. Strategi
lain mencakup menciptakan pemberi pengaruh yang baru, menstimulasi pencarian
informasi melalui sumber ini, mengandalkan sepenuhnya pada pengaruh antar
pribadi untuk mempromosikan produk dan memerangi komunikasi lisan yang negatif.
Keluarga
Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1994), keluarga adalah kelompok yang
terdiri atas dua orang atau lebih yang dihubungkan melalui darah, perkawinan
atau adopsi dan yang tinggal bersama. Keluarga memainkan peranan terbesar dan
terlama dalam pembentukan sikap dan perilaku manusia. Oleh karena itu manajemen
pemasaran berkepentingan mempelajari perilaku anggota keluarga, terutama dalam
melakukan pembelian barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya.
Situasi
Situasi dapat memberikan pengaruh yang kuat dalam perilaku konsumen.
Pengaruh situasi ini dapat timbul dari lingkungan fisik (sifat nyata
yangmerupakan situasi konsumen), lingkungan sosial (ada tidaknya orang lain
dalam situasi bersangkutan), waktu (sifat sementara dari situasi), tugas
(tujuan atau sasaran tertentu yang dimiliki konsumen dalam situasi) dan keadaan
anteseden (suasana hati dan kondisi sementara konsumen).
Ø Hasil Analisis Faktor yang
menyebab seseorang memilih KFC
ü Faktor Gaya Hidup
Variabel yang
terdapat pada Citra Pemakai (User Image) yang paling berpengaruh
terhadap persepsi konsumen dalam pembelian produk KFC adalah gaya hidup
masyarakat. Konsumsi makanan cepat saji sudah menjadi bagian dari gaya hidup
pada masyarakat kota. Remaja bisa membandingkan diri dengan teman dalam memilih
makanan.
ü Faktor Produk yang terkenal
Produk merupakan
segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta,
dicari, dibeli, digunakan atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan
atau keinginan pasar yang bersangkutan, sesuai dengan pendapat Tjiptono (2006)
yang mengatakan bahwa pemasar beranggapan konsumen lebih menghendaki
produk-produk yang memiliki kualitas, kinerja, fitur, atau penampilan superior.
ü Fakor Fasilitas
Fasilitas merupakan
hal penting dalam menentukan persepsi yang positif dibenak konsumen, karena
kenyamanan tempat dan kelebihan fasilitas yang diberikan akan membuat konsumen
tertarik, hal ini sesuai dengan pendapat Kartajaya (2003) yang mengatakan bahwa
fasilitas yang diberikan perusahaan termasuk dalam lingkaran nilai pemasaran
yaitu service dengan menggunakan prinsip-prinsip perusahaan dalam
meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pelanggan.
ü Faktor Produk yang khas
Produk yang khas
merupakan hal yang sangat dipertimbangkan konsumen dalam membeli produk makanan
siap saji ayam goreng. Rasa dan kerenyahan yang khas dibandingkan dengan produk
franchise lainnya membuat konsumen untuk membeli produk KFC, hal ini
sesuai dengan pendapat KFC Indonesia (2013) yang menyatakan bahwa produk-produk
KFC yaitu ayam goreng crispy tetap menjadi produk ayam goreng paling disukai di
antara semua merek restoran cepat saji di seluruh Indonesia, yang konsisten
dinilai sebagai ayam goreng paling enak versi berbagai survei konsumen di
Indonesia.
ü Faktor Merek
KFC sebagai salah
satu merek makanan siap saji yang sudah terkenal di seluruh dunia. Pemberian
merek pada produk spesifik memungkinkan konsumen menggunakan merek sebagai
pedoman atau acuan tingkat dan konsistensi kualitas, serta memungkinkan para
pemanufaktur untuk mengkomunikasikan citra spesifik dan aspek produk tertentu
kepada para konsumen melalui kampanye periklanan massal.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan :
Proses keputusan
pembelian terdiri dari beberapa tahap. Pada tahap pengenalan kebutuhan,
konsumen menganggap produk KFC sebagai makanan selingan yang dimotivasi oleh
sekedar melepas rasa lapar atau dahaga saja, dengan intensitas kunjungan kurang
dari dua kali dalam sebulan. Pada tahap pencarian informasi, media yang paling
mempengaruhi dalam pembelian produk di KFC yaitu konsumen itu sendiri, begitu
juga dengan sumber informasi dimana konsumen mengetahui tentang produk KFC dan
yang menjadi fokus utama apabila ada promosi adalah atribut rasa. Pada tahap
evaluasi alternatif, indikator yang menjadi pertimbangan awal dalam pembelian,
kualitas dan alasan memilih produk KFC adalah rasa. Pada tahap pembelian,
konsumen biasanya berkunjung pada hari Sabtu atau Minggu dan itu pun tergantung
situasinya. Pengaruh keluarga, teman dan penjual dalam menyarankan pembelian
produk KFC adalah tidak berkomentar. Pada tahap evaluasi pasca pembelian,
konsumen merasakan puas akan produk KFC dan akan kembali untuk mencobanya. KFC,
memiliki posisi yang saling berjauhan satu sama lainnya, yang artinya
masing-masing merek tersebut tidak memiliki kedekatan atau kemiripan sifat satu
dengan yang lainnya, yang berarti juga bahwa tidak ada kemiripan yang dekat
terhadap masing-masing peubah yang merupakan ciri dari masing-masing merek.
Atribut lokasi, rasa dan keramahan pelayan menempati urutan teratas dari
tingkat kepentingan yang dinilai oleh konsumen. Strategi pemasaran yang harus
diterapkan di KFC mencakup atribut lokasi, tempat parkir, keramahan pelayan, kecepatan
penyajian produk, kebersihan, dekorasi ruangan, keharuman ruangan, musik,
variasi jenis produk, jumlah porsi, aroma produk, rasa, kemasan bawa pulang,
promosi dan diskon.
Saran :
1. Pihak KFC harus terus mempertahankan kualitas dari atribut
rasa dan aroma agar produk yang dibuat sesuai dengan harapan konsumen dan dapat
menyaingi pesaing utamanya yaitu Mc. Donald’s .
2. Pihak manajemen KFC sebaiknya melakukan diversifikasi
jenis makanan dengan menambah beberapa menu sehingga menjadi lebih variatif.
Sementara untuk jumlah porsi pihak KFC harus menambahkannya agar keinginan dari
konsumen dapat terpenuhi.
3. Pihak KFC perlu mempertimbangkan kembali kinerja dari
atribut kemasan bawa pulang karena dirasakan terlalu berlebihan.
4. Pihak KFC lebih sering mengadakan diskon terhadap
produk-produknya agar konsumen lebih tertarik untuk berkunjung ke KFC dan
melakukan pembelian.
5. Pihak KFC perlu meningkatkan kinerja dari atribut
keharuman ruangan dengan cara memasangkan pengharum ruangan di setiap sudut
ruangannya.
DAFTAR
PUSTAKA
repository.unri.ac.id/bitstream/123456789/937/1/jurnal.pdf
repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/12732/A05ryu.pdf
Langganan:
Postingan (Atom)